Silaturahmi ke PWI Jatim, Ketua PWI Riau Akui Dapat Pengetahuan Baru

oleh -376 Dilihat

Surabaya, spektrum-news.com – Rombongan Safari Silaturahmi PWI Riau tiba dengan penuh antusiasme, semangat, dan keceriaan di Graha Wartawan A Azis PWI Jawa Timur, Surabaya, pada Selasa (12/6/2023) malam.

Kunjungan Safari Silaturahmi ini dipimpin oleh H Zulmansyah Sekedang dari PWI Riau, yang juga bertujuan untuk menjalin silaturahmi, sosialisasi, dan memperkuat posisinya sebagai calon Ketua Umum PWI Pusat 2023-2028.

Ketika tiba di Surabaya, rombongan disambut oleh Ketua PWI Jatim, Lutfil Hakim, dan Ketua Dewan Kehormatan, Djoko Tetuko. Hadir pula pengurus PWI Jatim lainnya, antara lain Wachid Mukaidori, Wakil Ketua Bidang Multimedia; Sokip, Wakil Ketua Bidang Kerjasama; Andy Setyawan, Bendahara PWI Jatim; Dwi Budiono Setyawan, Wakil Sekretaris; dan Jufri Yus dari Seksi Kemaritiman.

Sementara itu, H Zulmansyah Sekedang, Ketua PWI Riau, hadir bersama Ketua Dewan Kehormatan PWI Riau, H Helmi Burman; Dewan Penasehat Novrizon Burman; Wakil Ketua Bidang Organisasi, Raja Isyam Azwar; dan Bendahara, Oberlin Marbun.

“Kami mengucapkan terima kasih atas sambutan hangat, masukan, dan nasehat dari para senior di PWI Jatim, terutama dari Ketua PWI Jatim Cak Lutfil, Ketua DKP Pak Djoko Tetuko, dan semua senior PWI Jatim. Semua masukan tersebut memberikan energi baru dan pengetahuan bagi saya,” kata Zulmansyah, yang sehari-hari menjabat sebagai Komisaris di Riau Televisi (Jawa Pos Group).

Zulmansyah mengakui bahwa ia mendapatkan banyak hal baru dari wejangan Ketua PWI Jatim, Lutfil Hakim, dan Ketua DKP, Djoko Tetuko, keduanya merupakan wartawan senior. Salah satunya adalah pentingnya PWI untuk mempersiapkan seorang Direktur Eksekutif yang profesional di masa depan. Selain itu, PWI juga perlu melakukan lebih banyak kerja intelektual dengan konsep yang jelas dan bermanfaat bagi organisasi dan wartawan.

“Agenda dan peran PWI ke depan harus jelas dan bermanfaat bagi anggotanya,” tegas Lutfil Hakim.

Sementara itu, Ketua DKP, Djoko Tetuko, merindukan struktur PWI di masa lalu yang mencakup sepuluh seksi wartawan, seperti wartawan olahraga, seni dan film, politik, ekonomi, hukum, dan sebagainya.

“Dulu, setiap seksi memiliki peran dan acara sendiri. Namun sekarang, beberapa seksi bahkan sudah tidak ada,” ujar Djoko Tetuko.

Djoko juga mengingatkan tentang “Kliping Pasar Turi Surabaya,” yang dulunya menjadi sumber data dan referensi bagi banyak wartawan di Surabaya dalam menulis berita. Menurutnya, di PWI saat ini dan di masa depan, sebaiknya ada semacam bank data berdasarkan seksi-seksi seperti yang terdapat di Pasar Turi.

“Itu akan sangat bermanfaat bagi wartawan sesuai dengan bidangnya,” kata Djoko, yang pernah menjadi wartawan Memorandum.

Masukan dan gagasan juga diberikan oleh Ketua DKP PWI Jatim terkait data anggota, iuran wartawan, serta manfaat menjadi anggota PWI. “Intinya, perubahan memang diperlukan di PWI ke depan,” tambah Djoko. (sup)

No More Posts Available.

No more pages to load.