Dishub Targetkan Koridor II Bus Trans Jatim Beroperasi Agustus Mendatang

oleh -97 Dilihat

Surabaya | Spektruk-news.com – Bus Trans Jatim Koridor II Purabaya Bungurasih Sidoarjo, Surabaya hingga Mojokerto akan Beroperasi pada Agustus atau September 2023

Dinas Perhubungan Jawa Timur (Dishub Jatim) mengumumkan bahwa bus Trans Jatim koridor II Purabaya Bungurasih Sidoarjo, Surabaya hingga Mojokerto akan memulai operasinya pada bulan Agustus atau September 2023 mendatang.

Kepala Dishub Jatim, Nyono, menjelaskan bahwa masih terdapat beberapa detail yang harus diselesaikan untuk koridor II rute terminal Purabaya, Joyoboyo Surabaya, hingga terminal Kertajaya Mojokerto. Salah satunya adalah penyelesaian halte atau shelter yang masih kurang 30 persen. “Target kami adalah menyelesaikannya sebelum ulang tahun Provinsi Jawa Timur dan segera beroperasi,” ujar Nyono saat diwawancarai di DPRD Jatim pada Kamis (6/7/2023).

Nyono menjelaskan bahwa masih ada kendala yang perlu diatasi terkait beberapa trayek feeder yang terdampak oleh Trans Jatim, khususnya koridor II. Baru-baru ini, para pengemudi angkutan kota dari Surabaya dan Sidoarjo yang tergabung dalam Serikat Sopir Indonesia (SSI) Jawa Timur telah mengunjungi DPRD Jawa Timur pada Senin (3/7/2023) lalu.

Para pengemudi angkot ini menyatakan kekhawatiran mereka terkait operasional Bus Trans Jatim dan penambahan koridor baru, yaitu Mojokerto-Surabaya, yang berpotensi memberikan dampak negatif dan mengakibatkan pengurangan jumlah penumpang bagi para sopir angkot.

Nyono menyebut bahwa upaya penyelesaian masalah dapat dilakukan dengan merekrut sopir angkot yang memenuhi syarat untuk bergabung sebagai sopir Bus Trans Jatim. Namun, tidak semua sopir dapat direkrut karena harus memenuhi persyaratan tertentu, termasuk kriteria usia agar tetap menjaga keselamatan.

Selain itu, Dishub Jatim telah membahas masalah feeder dengan sopir yang terdampak, di mana sekitar 80-100 persen dari mereka merasakan dampak operasional Bus Trans Jatim. “Nantinya, Bus Trans ini sebenarnya berfungsi sebagai pengumpan (feeder) bagi para sopir ini. Artinya, penumpang yang turun dari Bus Trans Jatim dapat dijemput oleh feeder ini, termasuk angkutan online. Yang terpenting, harapan kami adalah agar Bus Trans Jatim bisa beroperasi terlebih dahulu,” jelasnya.

Di sisi lain, Ainur Rofiq, Kasi Prasarana Angkutan Jalan Dishub Jatim, menyatakan bahwa pihaknya telah memfasilitasi keluhan para sopir, terutama bagi mereka yang sudah bekerja di Trans Jatim. Namun, tidak memungkinkan untuk menampung semua sopir yang terdampak.

Selain itu, Dishub Jatim juga akan bekerja sama dengan angkot dan menjadikannya sebagai feeder, yaitu angkutan penyalur yang dapat membantu masyarakat mencapai tujuan mereka. Namun, tetap ada syarat yang harus dipenuhi oleh angkot yang akan dijadikan feeder, seperti kondisi armada yang masih layak dan nyaman bagi penumpang.

Pemprov Jawa Timur berupaya menyediakan transportasi umum guna mengembalikan minat masyarakat untuk menggunakan transportasi publik. Hal ini dilakukan dengan menyediakan angkutan yang terjangkau, nyaman, dan aman. “Jika masyarakat mulai kembali menggunakan transportasi publik, ini juga akan berdampak positif pada arus lalu lintas,” tambahnya. (sup)

No More Posts Available.

No more pages to load.